Halo sahabat selamat datang di website alatberatcaterpillar.best, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Mengenal Air Cooler dan Water Cooler pada Hidrolik Alat Berat oleh - alatberatcaterpillar.best, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Sistem Pendingin pada Alat Berat
Semua fluida yang digunakan pada mesin alat berat, menyerap dan membawa panas yang dihasilkan komponen seperti pompa dan silinder. Fluida harus mengalir sebanyak mungkin menuju sisi pembuangan panas pada reservoir sebelum oli masuk kembali kedalam pompa.

Beberapa desain sistem tidak memungkinkan pemindahan fluida yang memadai ke reservoir, umumnya pada line hidrolik yang panjang dari rod end silinder. Hal ini dapat menyebabkan kenaikan panas dan oksidasi fluida pada segment sirkuit yang terisolasi dan menyebabkan kerusakan fluida dan komponen. Pada sistem seperti ini, desain yang dibuat adalah dengan mengalirkan oli menuju oil cooler.

Penurunan efisiensi karena terbentuknya panas dapat terjadi pada semua sistem hidrolik. Meskipun sistem hidrolik didesain sebaik mungkin, masih tetap terjadi kehilangan input tenaga sebesar 20 % akibat terbentuknya panas. Reservoir hidrolik terkadang tidak sanggup untuk membuang semua panas yang timbul dan pada kasus ini digunakan cooler. Bahkan sistem yang dirancang dengan baikpun masih dapat menghasilkan panas sekitar 20% dari keseluruhan power tenaganya.

Cooler pada alat berat dibagi menjadi dua, yaitu: air cooler dan water cooler. Berikut ini penjelasannya:

Air Cooler
Pada subuah cooler udara (air cooler), fluida dipompakan melalui pipa yang dipasang fin. Untuk membuang panas, udara ditiupkan pada tube dan fin oleh sebuah kipas. Cara kerjanya sama dengan cara kerja radiator automobile. Cooler udara (air cooler) umumnya digunakan dimana air tidak tersedia atau terlalu mahal.

Water Cooler
Cooler air (water cooler) pada dasarnya terdiri dari sekelompok pipa didalam selubung logam . Pada cooler ini, fluida sistem hidrolik, biasanya dipompa melewati selubung hidrolik sistem dan melewati pipa yang didalamnya dialiri air pendingin.

Cooler disebut juga shell-and-tube type heater exchanger. Alat ini bernama pengganti panas (heat exchanger) karena selain didinginkan, fluida hidrolik juga dapat di panaskan menggunakan peralatan ini dengan mengalirkan air panas didalam tube.

Pendingin dalam Sirkuit
Cooler selalu memiliki batas kemampuan beroperasi pada tekanan rendah (150 PSI). Oleh karena itu, cooler ditempatkan pada bagian sistem yang memiliki tekanan rendah. Jika tidak memungkinkan, cooler dapat dipasang dengan sistem sirkulasi sendiri.

Untuk meyakinkan gelombang tekanan dibagian dalam line tidak merusak cooler tipe shellâ€" dan â€"tube, maka cooler dipasang pada sistem secara parallel dengan dilengkapi sebuah check valve 65 PSI. Cooler dapat ditempatkan pada return line sistem, setelah relief valve,atau pada line case drain variable volume pressure compensated pump.

Iso Symbol Fluid Conditioner
Simbol umum yang digunakan untuk fluid conditioner adalah diamond seperti terlihat pada gambar di atas. Beberapa tipe berbeda simbol fluida conditioner dapat dibuat dengan melakukan sedikit perubahan atau penambahan terhadap simbol dasar ini.

Lambang pertama adalah filter atau strainer yang ditunjukkan dengan garis putus-putus vertikal di dalam simbol. Garis ini menunjukkan media penyaring dimana fluida atau gas akan mengalir. Separator dengan manual drain di gambarkan dengan garis horizontal dibagian bawah diamond.

Bagian pada simbol menunjukkan ruang terpisah untuk mengendapkan air dari bahan bakar. Garis pendek yang memanjang dari bagian bawah simbol menunjukkan saluran pembuangan manual (manual drain). Pembuangan otomatis akan ditunjukkan dengan penambahan tanda “V” dibawah garis horizontal seperti ditunjukan pada simbol paling bawah dari gambar diatas. Simbol sebelah kanan merupakan kombinasi filter separator dangan pembuangan (drain) manual dan otomatis. Gambar sebelah kanan di atas filter separator merupakan simbol sirkuit oli cooler yang dapat berupa tipe cooler udara dan cooler air.

Itulah tadi informasi dari situs poker resmi mengenai Mengenal Air Cooler dan Water Cooler pada Hidrolik Alat Berat oleh - alatberatcaterpillar.best dan sekianlah artikel dari kami alatberatcaterpillar.best, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Halo sahabat selamat datang di website alatberatcaterpillar.best, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Berbagai Jenis Differential pada Alat Berat beserta Fungsinya oleh - alatberatcaterpillar.best, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Fungsi differential adalah untuk:

  • Menghantarkan dan membagi tenaga dari transmission ke final drive kiri dan kanan
  • Membedakan putaran roda kiri dan kanan saat machine ber­belok
  • Membagi torsi dari transmission sama besar ke final drive kiri dan final drive kanan.

Jenis-jenis differential yang digunakan pada alat berat antara lain:

  1. Standard Differential
  2. No-SPIN Differential, digunakan pada wheel loader (optional), integrated tool carrier, articulated truck, wheel tractor, soil compactor, landfill compactor, dan backhoe loader dan merupakan pengganti standard differential
  3. Limited Slip Differential, digunakan pada wheel loader menengah (optional), beberapa wheel loader besar dan articulated truck dan merupakan pengganti standard differential
  4. Differential Lock, biasanya digunakan pada motor grader.

Standard Differential
bagian differential

Komponen standard differential adalah:

  • Differential case
  • Pinion gear atau spider gear
  • Spider shaft
  • Side gear.

Differential Case
Differential case assembly merupakan tempat komponen-komponen dari differential group. Bevel ring gear dibaut dengan case assembly. Case assembly akan memutarkan spider shaft dan pinion gear yang bersilangan dengan side gear untuk memutar­kan final drive sun shaft.

Pinion Gear
Pinion gear atau spider gear bergerak berotasi dan berevolusi mengikuti putaran spider shaft dan memindahkan tenaga dari differential case ke side gear dan kemudian ke sun shaft. Pinion gear akan berputar berrotasi (berputar pada sumbunya) hanya pada saat berbelok atau slip, sehingga putaran roda kiri dan kanan akan berbeda.

Spider Shaft
Spider shaft digerakkan oleh differential case dan sebagai tempat dudukan pinion gear.

Side Gear
Side gear displine ke sun gear shaft. Pinion gear akan meng­gerakkan side gear sehingga sun gear shaft akan berputar.

Differential jenis ini tidak efisien pada saat machine slip. Untuk mengatasi hal ini (machine slip pada saat masuk lumpur) pada Off Highway Truck dan pada beberapa jenis Wheel Loader besar, maka dilengkapi dengan Traction Control System (TCS) (sebelumnya disebut Automatic Electronic Traction Aid atau AETA).

Sistem ini akan bekerja secara otomatis pada saat machine mengalami slip.

Non-SPIN Differential
non spin differential

Pada Non-SPIN differential, spider shaft langsung terhubung dengan jaw clutch yang displine dengan side gear. Saat ber­gerak lurus, jaw clutch akan engage dan spider shaft tengah memutar axle dengan kecepatan yang sama.

Prinsip dasar differential adalah bila putaran salah satu roda melebihi putaran penggerak atau overrun, Non-SPIN differential akan memutuskan hubungan dengan roda yang berputar lebih cepat tadi dengan cara memisah kan spider shaft dari jaw clutch. Roda yang berputar lebih cepat tadi akan bebas. Semua torsi dan kecepatan akan dikirimkan ke roda yang putarannya lebih lambat.

Limited Slip Differential
limited slip differential

Limited slip differential dirancang untuk memungkinkan tenaga disalurkan dengan sama pada kedua roda sampai kondisi pijakan menyebabkan variasi cengkraman antara roda kiri dan kanan.

Pada differential jenis ini terdapat dua multidisc clutch. Setiap clutch menghubungkan side gear dengan rotating housing.

Kedua roda akan digerakkan dengan torsi dan kecepatan yang sama saat bergerak lurus bila kondisi pijakan kedua roda cukup bagus.

Cara kerja differential gear, bila machine diangkat dan salah satu roda direm, roda lainnya akan berputar lebih cepat. Pada limited slip differential, clutch membuatnya lebih sulit terjadi karena faktor yang meningkat secara proporsional terhadap torsi input. Efek penguncian terjadi karena adanya gesekan internal pada gaya pemisahan dalam differential akan menekan clutch pack. Ini mengakibatkan torsi pada roda yang berputar cepat akan disalurkan ke roda dengan kondisi pijakan yang bagus.

Differential Lock
differential lock

Differential lock umumnya digunakan pada motor grader. Differential jenis ini dapat diaktifkan dan dikunci menggunakan differential switch pada kabin operator. Bila operator mengingin kan machine bergerak lurus maka differential harus dikunci. Hal ini mengakibatkan semua torsi dipindahkan ke empat roda tandem pada semua kondisi pijakan.

Untuk mengurangi radius belok machine dan untuk mengurangi keausan pada ban maka differential lock harus dimatikan.

Differential untuk motor grader memiliki clutch antara side gear kiri dan differential housing. Saat differential terkunci, solenoid akan mengalirkan oli ke belakang piston untuk mengengage­kan clutch sehingga side gear kiri akan berputar dengan kecepatan yang sama dengan rotating housing. Pinion gear tidak akan berputar pada porosnya sebab spider shaft dan side gear berputar dengan kecepatan yang sama. Pinion gear akan menahan side gear satunya. Kedua axle shaft (kiri dan kanan) kemudian akan berputar dengan kecepatan yang sama dengan rotating housing.

Bila differential switch dioffkan, solenoid akan menutup aliran oli menuju clutch pack sehingga kedua side gear akan berputar bebas.

Differential lock mendorong salah satu dari side gear agar ber putar bersama rotating housing. Ini mengakibatkan differential bekerja seperti solid axle dan memindahkan semua torsi ke kedua roda (kiri dan kanan). Hal ini menyebabkan kedua roda berputar dengan kecepatan yang sama, tanpa terpengaruh kondisi pijakan.

Itulah tadi informasi dari poker online mengenai Berbagai Jenis Differential pada Alat Berat beserta Fungsinya oleh - alatberatcaterpillar.best dan sekianlah artikel dari kami alatberatcaterpillar.best, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Halo sahabat selamat datang di website alatberatcaterpillar.best, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Kondisi pada Bahan Bakar yang Mempengaruhi Horsepower Engine oleh - alatberatcaterpillar.best, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Kondisi fuel yang dapat berpengaruh terhadap engine diantaranya:

Specific Gravity
Specific gravity diesel fuel adalah berat fuel dengan jumlah tertentu dibandingkan dengan berat air dengan jumlah dan pada temperatur yang sama. Semakin tinggi specific gravity berarti semakin berat bahan bakar tersebut dan semakin besar energi atau horsepower yang dapat dihasilkan engine.

Specific gravity dapat diukur menggunakan fuel hydrometer. Pembacaan pada hydrometer menggunakan skala American Petroleum Institut (API). Skala API merupakan kebalikan dari specific gravity. Semakin besar derajat API menunjukkan semakin ringan bahan bakar tersebut, contoh bahan bakar yang ringan adalah minyak tanah memiliki derajat API sebesar 40-44. Nilai standar derajat API engine Caterpillar adalah 35 pada 60°F (SAE â€" J1995).

Pembacaan Hydrometer dipengaruhi oleh temperatur bahan bakar sehingga untuk mendapatkan nilai yang mengacu kepada standard pabrik, nilai aktual yang diperoleh harus dikoreksi menggunakan tabel koreksi yang terdapat pada Engine Performance Reference.

Bahan bakar yang ringan tidak akan menghasilkan horsepower maksimum tanpa dilakukan penyetelan pada bahan bakar system, namun untuk mengkompensasi kondisi tersebut penyetelan bahan bakar system tidak diperbolehkan karena umur komponen bahan bakar dapat menurun akibat berkurangnya efek pelumasan.

Bahan bakar yang terlalu berat mengakibatkan banyaknya deposit pada combustion chamber, sehingga dapat menimbulkan keausan yang tidak normal pada liner dan piston ring.

Temperatur Bahan bakar
Kenaikan temperatur bahan bakar pada daerah antara transfer pump dan fuel injection pump atau injector dapat mempengaruhi kemampuan engine. Kenaikan temperatur ini dapat disebabkan oleh radiasi panas dari komponen engine lainnya atau karena terhambatnya saluran kembali (return line) bahan bakar ke tangki.

Semakin tinggi temperatur bahan bakar maka spesific gravityâ€" nya akan semakin rendah dan nilai panas yang terkandung didalam bahan bakar menjadi berkurang. Kenaikan temperatur yang diperbolehkan antara transfer pump dan fuel injection pump atau injector pada engine Caterpillar adalah 38°C (68°F). Apabila bahan bakar temperatur pada daerah ini melebihi nilai tersebut maka nilai horsepower harus dikoreksi menggunakan correction factor yang terdapat pada Engine Performance Reference.

Disamping berpengaruh terhadap horsepower, temperatur bahan bakar yang akan masuk ke fuel injection pump atau saluran bahan bakar (fuel gallery) juga sangat berpengaruh terhadap kekentalan bahan bakar (viscosity). Kekentalan merupakan ukuran dari hambatan cairan untuk mengalir. Kekentalan tinggi berarti bahan bakar terlalu kental dan akan sulit untuk mengalir. Bahan bakar dengan kekentalan yang yang tidak tepat (terlalu kental atau terlalu cair) dapat mengakibatkan kerusakan engine. Standar kekentalan (viscosity) bahan bakar yang akan masuk ke fuel injection pump sebesar adalah 1.4 â€" 20 centistokes (Cts).

Kekentalan bahan bakar yang terlalu tinggi dapat meningkatkan keausan pada gear train, cam dan follower fuel injection pump karena semakin tingginya tekanan untuk penginjeksian bahan bakar. Kekentalan bahan bakar yang terlalu rendah tidak dapat menyediakan pelumasan yang baik pada plunger, barrel dan injector. Pengabutan bahan bakar juga tidak menghasilkan pengabutan yang sempurna dan engine susah di-start.

Salah satu cara mengubah kekentalan bahan bakar pada daerah yang ekstrim seperti daerah dingin atau daerah yang terlalu panas adalah dengan cara memanaskan atau mendinginkan bahan bakar.

Itulah tadi informasi mengenai Kondisi pada Bahan Bakar yang Mempengaruhi Horsepower Engine oleh - alatberatcaterpillar.best dan sekianlah artikel dari kami alatberatcaterpillar.best, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.